how does the relation of coffee companies and environmental NGOs?
few years ago, WWF, through their research in lampung warned the coffee lovers that some of their drinking coffee were illegally grown inside one of the world’s most important national parks for tigers, elephants and rhinos. their research findings showed that the encroachment in the national park for agriculture purpose (in this case mostly dominated by coffee) was the most serious thread for the biodiversity of the park. however, still they asked the international roasters and traders to continue to buy robusta coffee from lampung, sumatra, but develop and implement rigorous chain of custody controls that will exclude all illegal, and unsustainably grown coffee, from the supply chain.
while, since 1998, another big international NGO, conservation international also has been working closely with starbucks, as the company sources its premium coffee from the very regions CI work to preserve, including the small coffee farms in chiapas, mexico. together they launched a three-year program encouraging coffee growers in chiapas to continue their sustainable farming practices. in return, they received technical assistance from CI’s field staff and Starbucks became a dependable buyer of the farmers’ beans. recently, they renewed their cooperation with more hot issue facing today, which is global warming and deforestation.
in the next earth day (22 of april), every cup of coffee you purchase from starbucks will be donated 5 dollar cent to CI and will be used for reforestation in chiapas, mexico.
yup.. another “smart” point of marketing from starbucks.
image source: http://www.conservation.org/
|
April 18, 2008 - 10:51 am
|
aaqq
Meng-cupping menjadi salah satu kegiatan per-kopi-an yang ingin sekali saya datangi. Selain ingin belajar banyak dengan para pakarnya, saya juga ingin mengetahui bagaimana membedakan berbagai rasa kopi dengan teknik meng-cuppingnya. Sayang, kesempatan yang diberikan oleh Anomali Cafe tidak bisa saya ambil begitu saja. Ugh.. mungkin belum jodohnya. Mudah-mudahan mereka akan melakukannya lagi, suatu saat kelak. Untung sekali, seorang sahabat, Wiwin, berkesempatan untuk datang dan menceritakannya buat saya. Juga buat kalian semua, tentunya.
Enjoy!
***
Anomali, 9 pagi. Acara dibuka oleh Mbak Odilia dari Detikfood yang menjelaskan dengan fakta yang sangat menarik berdasarkan artikel yang ia baca. “Kopi Indonesia diperkirakan akan merajai perkopian dunia pada tahun 2025!” begitu katanya.
Gila! Edan! Dan itu juga alasan kenapa coffee cupping yang akan dilakukan hari ini akan bercerita lebih banyak mengenai kopi Indonesia. Sip! Setuju! Bahkan di undangan, seluruh peserta diminta untuk mengenakan busana bernuansa batik untuk mengentalkan suasana Indonesia pagi itu. Seru! Gue sendiri? Gue pake rok batik ungu ngejreng.
Acara langsung diserahkan Mbak Odi ke Agam, salah satu dari 2 pemilik Anomali. My goodness! Gue bisa ngerasain passion dari dua orang muda ini (iya sumpe masih muda!) waktu mereka bergantian bicara soal kopi. Agam mengamini pernyataan Mbak Odi di awal acara. Yup, kopi Indonesia merupakan salah satu kopi dengan kualitas terbaik dunia karena kandungan tanah vulkanik Indonesia yang subur. Masing-masing tanah di kepulauan Indonesia mempunyai karakter masing-masing. Ah, itu lah sebabnya kenapa kopi Sumatera lain dengan Jawa, Bali atau Toraja.
Read More
|
April 9, 2008 - 12:33 am
|
aaqq
Sabtu, 5 April 2008
Pukul 09.30-13.00
Anomali Coffee, Jl. Senopati No.35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jika Anda tergolong penggila kopi atau ingin memperluas wawasan tentang kopi, Anda wajib hadir di acara ini. Kopi Indonesia yang eksotik bakal dikupas habis oleh ahlinya. Mengenal jenis-jenis kopi asli Indonesia, mencicipi dan melihat proses roasting hingga menyeduhnya. Semuanya lengkap, 100% asli Indonesia!
Mungkin Anda sering mampir ke gerai kopi yang merupakan franchise dari Amerika untuk menikmati secangkir cappuccino. Padahal beragam jenis kopi dari bumi Indonesia memiliki karakter yang unik dan membanggakan. Seperti Java Jampit (dari daerah Kalisat-Jampit, Jawa Timur) yang aromanya lembut dan penuh pesona . Sedangkan Toraja Kalosi lebih “berani” dan kuat menunjukkan jati dirinya. Belum lagi jenis Bali Kintamani, Kayumas, Mandailing, Lintong dan kopi dari Flores dan Papua.
Read More
|
March 20, 2008 - 4:13 pm
|
aaqq
Coffee is the world’s most commonly traded commodity after crude oil, and tea is the world’s most consumed beverage after water. So if tea and coffee are up there with oil and water on the world stage, we know there must be a lot at stake here. One thing that’s definitely at stake is our desire to get a tasty, healthy, perky, fairly-traded, and eco-friendly brew to sip. For a quick spin through some of the finer points of green coffee and tea connoisseurship, you may take a look treehugger’s interesting article here. There you may also find out definition of some ‘common-buzz-words’ such as fair trade coffee, rain forest alliance, etc. Enjoy

|
March 9, 2008 - 12:48 am
|
aaqq

sebagai penikmat kopi, hampir setiap hari gue menyiapkan dan atau membeli kopi dimanapun gue berada. setiap pagi, kalau tidak telat bangun untuk pergi beraktivitas, gue pasti menyiapkan kopi sendiri. kalau telat? mesin kopi di kampus adalah sasaran gue. mesin kopi gratisan itu cukup berjasa untuk memenuhi kebutuhan kopi harian gue. satu mug besar, biasanya gue isi dengan tingkatan: lima bar espresso dan satu bar gula, serta ditambah lima bar kopi biasa. hmm.
tapi, kopi harian terenak gue adalah jika gue buat dengan moka express. sudah beberapa tahun yang lalu sebenarnya gue kenal moka express ini, tapi baru tiga bulan yang lalu alat ini secara reguler gue pake. moka express ini ditemukan oleh bialetti pada tahun 1933 dan melesat menjadi salah satu alat pembuat kopi yang terkenal di seluruh dunia. sebagaimana dikatakan oleh bialetti, bahwa dengan alat ini: “without requiring any ability whatsoever” yet one could enjoy “in casa un espresso come al bar” (“An espresso in the home just like one in the bar”)... dan itu benar sekali. gue bisa menemukan kenikmatan mengopi dengan alat ini. namun, pengaturan kuantitas dan (pastinya) kualitas kopi juga menentukan kesuksesan kita mendapatkan kopi enak dengan alat ini.
saat ini, sudah banyak alat sejenis yang dibuat oleh produsen lain, entah dengan bentuk yang sama ataupun berbeda, namun tetap dengan sistem kerja yang sama *i will explain about the system in other post*. o ya, bialetti juga membuat alat serupa untuk cappuccino. inovasi di dunia kopi memang tidak pernah ada habisnya. jadi, bagaimana cara kalian menyiapkan kopi?
|
February 26, 2008 - 10:50 am
|
aaqq